skip to Main Content

Cerpen Terbaik Karya Santri KBS (Paririmbon)

TUGAS CERPEN

FARHAN

KELAS 9 AL-GHAZALI

  

Paririmbon

“Kring……..!”, Suar jam weker berbunyi membangungkan Ara, yang berada di balik selimut berwarna merah muda, dengan malas Ara membuka sedikit matanya utuk sekedar melihat jarum jam yang menunjukan jam 09.15 AM, dengan sigap Ara menyambar handuk yang menggantung di bali pintu kamar nya dan menuju kamar mandi, setelah selesai mandi dan mengganti baju Ara bergegas turun ke tempat makan untuk sarapan pagi, Di dapur terlihat ibu yang sedang berdiro di depan kompor memasak sarapan.

“ibu ayah udah bangun?”, Aku membuka percakapan dengan ibu.

“belum nih kayak nya gara gara lembur ayah jadi telat”, saut ibu dengan muka bingung.

“oh….!”,jawab ku dengan singkat.

“Ara ibu tinggal sebentar ya mau bangunin ayah biar gak telat nganterin kamu”, seru ibu menutup pembicaraan sambil pergi menaiki tangga menuju kamar ayah.

Sambil menghabiskan sarapan aku menyapu melihat sekeling dengan tidak sengaja aku melihat figura yang brada di samping lemari, dengan rasa penasaran aku perlahan berjalan menuju figura itu, ternyata di foto itu ada sebuah filla.

“Ara kamu lagi ngapain di sana ?, Ara cepet siap siap, ayah udah nunggu di depan rumah”, panggil ibu dengan nada keheranan.

“enggak bu”, jawab Ara datar sambil berjalan mengambil tas dan pergi ke depan rumah

Dengan perlahan aku naik ke mobil dan langsung melaju menuju sekolah, di perjalanan aku dan ayah berbincang tentang acara keluarga untuk berkunjung ke villa yang bertempat di sukabumi lebih tepatnya di selabintana.

“yah, kalo ke villa jadikan”, tanyaku sambi menatap keluar jendela mobil.

“jadi kok”, jawab ayah yang sedang fokus mengemudikan mobil.

“oh ya ayah, Ara boleh ngajak temen Ara ikut gak yah ?”, tanya Ara sambil melihat ke luar jendela.

“Boleh kok Ara, Itung itung biar kamu ada temen”, jawab ayah sambil terus menatap jalan raya.

Tak terasa gerbang sekolah sudah terlihat dari jendela, dengan perlahan ayah memperlambat mobil nya dan berhenti di depan gerbang sekolah. Dengan sigap aku membuka pintu mobil dan melambaikan tangan ke ayah dan langsung pergi ke sekolah, di perjalanan ke kelas ada suara yang memanggil, Ara pun mencari asal suara tersebut, ternyata di belakangku sudah ada Kirana teman se kelas ku yang bisa di bilang aku sama kiran tu BFF ( Best Friends Forever ).

“Ara, giman aku boleh ikut gak”, tanya kiran dengan wajah senyum pepsodent.

“Kata Ayah ku, boleh kok”, jawab Ara dengan wajah ber seri

“ Oh ya Ra, Kita berangkat ke sana nya kapan”, tanya Karin

“Besok, yang penting entar kamu minta izin ke orangtua kamu, OK”, jawab ku menutup percakapan.

( >-< )

“Ayah gimana persiapan nya udah siap belum, bentar lagi kan kita mau satu jam lagi mau berangkat ! “, teriak ibu dari dapur meneriaki ayah yang sedang siap siap untuk berangkat ke sukabumi.

“iya bu bentar lagi selesai !”, jawab ayah daritengah rumah.

“Ra kita bakal berangkat berapa jam lagi ?”, tanya karin yang sedaritadi duduk di samping ku.

“kayak nya bentar lagi deh Rin”, jawab ku sambil meminum susu yang sudah di siapkan ibu.

“Ara, karin Ayo kita berang takut keburu macet di jalan”, seru ayah yang sedang memasukan barang barang ke bagasi mobil.

“ Karin, yuk kita masuk ke mobil biar bisa langsung berangkat”, seru ku sambil menyolek tangan Karin yang sedaritadi Bermain hand phone.

“yuk”, jawab karin singkat.

Tak lama kemudian ayah langsung melajukan mobil nya dengan kecepatan yang rendah.

Setelah 10 jam duduk di mobil akhir nya mereka sampai ke villa yang akan di tinggali mereka selama berlibur di selabintana.

“ Ara, Karin yuk turun, udah nyampe nih”, seru ayah membangunkan Aku dan Karin yang terlarut dalam mimpi indah di dalam mobil, dengan wajah wajah baru bangun tidur, Aku dan karin turun dengan membawa barang barang yang aku dan karin bawa

“Ra, ternyata di sini hawa enak ya walupun dingin”, seru Karin membuka percakapan sambil berjalan menuju villa yang akan kita tempati.

“iya nih Rin, kayaknya aku bakal betah deh Rin”, jawab ku sambil menyapu menatap sekeliling, dengan tidak sengaja aku melihat sosok yang kemarin aku lihat ke taman.

“Ara, ngapain sih liatin taman mulu, yuk masuk, badan ku pegal pegal nih”, tanya karin  sambil menyenggol sikut ara.

Aku hanya menjawab dengan anggukan dan langsung masuk ke villa mengikuti Karin yang sudah ter tidur di kasur ber wana biru langit, dengan malas aku berjalan menuju rak buku yang berada di pojok kamar, aku pun menyapu perlahan lahan buku yang ada di rak dan mataku langsung terpaku dengan buku yang ber judul pari-rimbon dengan rasa ingin tahu yang tinggi aku pun mengambil buku itu dan langsung duduk di meja belajar, dengan perlahan aku mengusap sampul buku yang sangat berdebu dan bau debu dengan perlahan aku membuka perlahan dan langusung tertarik dengan kata yang ter headline di buku itu  yang bertuliskan cara membuka MATA BATIN di san tertulis cara membuka mata batin.

“Ara, kamu lagi baca buku apa ?”, tanya Karin sambil berdiri di samping ku, aku pun menunjjuk sampul buku itu.

“Apa sih Ra sama yang bekitu percaya, itu cuman takhayul Ra”, celetuk Karin.

“Iya sih, tapi gimana kalo bener”, jawab ku.

“Ara, Karin Ayo turun kita makan !”, teriak ibu dari bawah dan sekaligus menutup percakapan ku dengan Ara, Aku dan Karin langsung turun langsung menuju meja makan.

( > _ < )

Aku pun berdiri dan langsung beranjak ke kamar dan aku pun masih bertanya tanya buku itu benar atau bohong, dengan rasa ingin tahu akupun membuka halaman buku yang tadi sore aku buka dan aku pun memeragakan apa yang ada di buku, perlahan aku menutup mata dan membaca mantra yang tertulis dengan sastra jawa di buku itu, sesudah aku mambaca mantra itu aka membuka mataku secara perlahan dan aku langsung ter kejut dan bertanya dalam hati ini mimpi atau bukan ?dengan nyata aku melihat se sosok makhluk berbadan tinggi besar, di sekujur tubuh nya di penuhi banyak bulu dan aku pun ber teriak “ Aaaa………………..!” aku pun terduduk di atas lantai, di bawah terdangan suara ibu, ayah, karin yang berlari ke kamarku.

“Ara ada apa kok teriak”, tanya ibu cemas.

“Gak ada apa apa kok”,jawabku dengan muka yang pucat pasi.

“Gimana gak ada apa apa, itu liat muka mu pucat kaya gitu”,tanya ibu dengan nada berbicara yang cemas.

Ibu dan ayah pun membawa ku ke atas kasur dan meminumkan air yang tadi di bawa oleh karin.

“ibu ayah kita pulang aja, Ara takut”,jawab ku dengan nada yang ketakutan.

Ke esokan hari nya kami pun bersiap siap membenahi barang barang dan langsung berangkat menuju jakarta, di mobil karin nanya.

“Ara, emang nya tadi malem ada apa kok sampe teriak histeris kayak gitu ?”, Tanya karin yang sedang melihat ke luar mobil.

Aku pun teringat ke jadian kemarin seperti kaset yang berputar terbalik, aku pun menjawad dengan gelengan kepala karna terlalu takut untuk menceritakan kejadian kemarin yang takan aku lupakan bahwa jangan sekali kali meremehkan sesuatu.

_Cerita ini belum selesai _

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top
HUBUNGI KAMI VIA WHATSAPP