skip to Main Content

Cerpen terbaik karya Santri KBS

Heyyoooo

Namaku Nadira Arabella Ivona biasa dipanggil bella sekarang aku bekerja di salah satu sdit ternama di bandung. Mama ku seorang pengusaha baju yang memiliki butik di salah satu kawasan Jakarta selatan kalau papa adalah pengusaha juga tapi sejak aku berumur satu tahun papa sudah tidak ada,sebenarnya aku ingin sekali merasakan bagaimana rasanya dimanja papa,dipeluk papa seperti teman teman kulainnya tapi itu dulu karna sekarang aku sudah mengerti bahwa  papa pasti sudah bahagia diatas sana. Aku memiliki seorang kakak laki laki yang berbeda 5 tahun dariku.aku dan kakak dititipkan oleh mama di bandung bersama nenek dan kakek dulu aku lebih menyayangi nenek dibanding mama karna nenek selalu ada sementara mama pergi ke Jakarta untuk melanjutkan bisnisnya dan tentunya untuk mencari penghasilan agar aku dan kakak dapat tetap terus bersekolah setinggi mungkin.

Saat sd aku sering diajak pergi ke sekolah bersama kaka,dilindungi oleh kaka,digendong oleh kaka,kata nenek badanku dulu kecil sekali bahkan untuk umur anak sd kelas 6 saja seperti kelas 4 sd saat di smp aku yg memang kurang suka bergabung bersama teman teman pun hanya memiliki beberapa teman yg benar benar dekat selebihnya jauh dan hanya benar benar mengenal nama saja. Karna mama di Jakarta, aku lebih sering diajak oleh paman dan bibi untuk mengisi liburan di akhir pekan bersama sepupuku.anak paman dan bibi seumuran denganku namanya aurora anarysha dipanggilnya aura dan adiknya 3 tahun lebih muda dariku namanya kyra . setiap berada di tempat liburan paman dan bibi lebih sering mengajak aku dan anak anaknya piknik di sebuah taman kota atau alun alun dibandung aku selalu merasa iri setiap kali melihat ada anak anak yg sedang piknik bersama keluarganya,juga melihat sepupuku yg bisa bercanda tawa bersama orangtuanya walaupun paman dan bibi menganggapku seperti anaknya tetapi aku selalu merasa tidak enak kepada mereka sampai akhirnya saat smp aku memutuskan untuk tidak mengikut paman dan bibi untuk berlibur kecuali jika mama datang yang setiap datang hanya satu bulan sekali. Saat SMA aku  anak yg aktif dalam kegiatan organisasi sekolah saat pertengahan semester di kelas 2 SMA  tiba tiba  mama datang membawa seorang pria yg seumuran papa sepertinya dan berkata padaku dan kakak bahwa mama ingin menikah lagi dengan pria itu lalu aku menolak dengan mentah mentah tidak setuju dan bilang bahwa aku tidak ingin mempunyai papa baru atau pengganti papa walaupun sebenarnhya aku ingin merasakan kasih sayang dari seorang papa tetapi mama tidak menghiraukan perkataanku hingga akhirnya di hari pernikahan mama aku sengaja tidak datang dengan alas an sibuk mengerjakan tugas sekolah padahal nenek sudah berusaha membujuk aku untuk ikut pergi ke Jakarta menghadiri pesta pernikahan mama setelah kejadian itu aku semakin jarang bertemu mama dan mama pun jarang menemui ku karna aku dan kakak sudah beranjak dewasa kakak sudah kuliah sementara aku sudah sma kelas 3 lalu aku pun melanjutkan kuliahku di universitas padjajaran dikota bandung jurusan kedokteran lalu aku tidak tinggal bersama nenek karna memang rumah nenek lumayan jauh dari unpad jadi aku putuskan untuk mengekos disekitar unpad. Sebenarnya aku tidak terlalu menginginkan menjadi dokter dikarenakan itu  memang  bukan citacitaku sejak dulu namun melihat kakek dan nenek yg sudah semakin menua umurnya dan sering sakit sakitan kuputuskann untuk kuliah jurusan kedokteran yang memang kukhususkan untuk membantu nenek dan kakek ketika mereka sakit saat kuliahku baru memasuki semester ke 3 aku diberitahu oleh mama bahwa kakek drop dan dibawa kerumah sakit aku dengan segera pulang dan menuju rumah sakit yg diberi tahu oleh mama saat aku sampai dirumah sakit tersebut mama mengatakan bahwa kakek kritis dan sedang berada di ICU seketika aku tidak sadarkan diri tibs tiba aku sudah berada di ruangan serba putih dan ada infusan ditanganku seketika aku tersadar dan panik “kakek mana?” ucapku pada mama yg berada di sebelahku aku baru tersadar bahwa mama menangis lalu sekali lagi kutanya pada mama “kakek mana maa?jawab bellaa dong maa!!!” aku bertanya dengan nada sedikit tinggi sambil mengguncangkan tubuh mama lalu mama pun menoleh ke arahku sambil memelukku dan mengusap punggungku “kakek udah pergi dengan tenang sayang”jawab mama sambil menahan isak tangisnya yang semakin lama semakin deras lalu aku pun menangis dan mengingat segala kenangan ku bersama kakek,bagiku kakek itu seperti papa jika aku bertanya suatu hal kakek pasti tau kalaupun kakek tidak tahu hal itu pasti beliau akan mencari tau dan menjelaskannya kepadaku sekarang dia sudah meninggalkan dunia dengan segala kenangannya bersamaku terimakasih kakek semoga di alam sana kita dapat dipertemukan kembali bella sangat menyanyangi kakek. Setalah kepergian kakek aku pun memutuskan untuk tetap tinggal dikosan untuk  melanjutkan kuliahku tetapi 2 hari sekali aku pulang kerumah nenek dikarenakan mama pulang ke Jakarta bersama papa baruku dan kaka juga kerja dijakarta jadi nenek tidak ada yg menjaga. Liburan akhir semester 5 pun tiba aku berniat untuk liburan ke Jakarta bersama nenek setibanya dijakarta aku disambut oleh mama dan adik tiriku sepertinya papa baruku sedang bekerja di perusahaannya. Setelah cukup beristirahat aku memutuskan untuk pergi ke butik mama bersama kakakku setelah sampai dibutiknya aku pun hanya melayani beberapa pelanggan dan pergi ke ruangan mama lalu tertidur disofanya. Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 7 malam aku baru saja selesai makan makanan siap saji yang dipesan oleh mama lewat go-food. “ma bella pengen pulangg” rengekku dengan manja kepada mama yg sedang mengerjakan laporan dilaptopnya “yaudah sana pulang kan dirumah ada nenek” jawab mama sambil mengetik “gaada yg nganter maa,bella gamau naik angkot serem udah malem,ojek online juga gamau ah takut” jawabku “terus mau naik apa bel?” Tanya mama sambil menatap ke arahku “mau diantar kaka ah maa” jawabku “yaudah tunggu sebentar lagi palingan kaka juga dateng tadi kan izin keluar sama ka meira” ucap mama lagi “okee” jawabku sambil menonton tv. Ka meira itu pacar kakakku,jujur saja sebenarnya aku tidak meyukai ka meira entah karna apa ya sudahlah lupakan saja tiba tiba terdengar suara kaka daribawah “assalamualaikum mamaaa” ucap kaka dengan suara beratnya sambil memasuki ruangan mama “waalaikumsalam,eh ada meira juga sini duduk sebelah bella makan makan tadi mama gofood makanan nih”sambut mama dengan senang hati lalu ka meira pun duduk disebelahku lalu mereka pun mengobrol dengan mama tak terasa waktupun sudah semakin malam aku sudah semakin tak tahan untuk pulang dan melanjutkan tidur dikamar “maa ayo bella gakuat pengen pulangg”ucapku pada mama sambil berbisik lalu mama pun memanggil kaka “kaa anter bella pulang dulu ini!” suruh mama pada kaka lalu kaka pun menjawab “nanti dong ma meira juga mau pulang aku pengen anter meira dulu” “maa aku dulu dongg masa ka meira terus” rengekku pada mama “kaka gaboleh gitu nanti aja meiranya ini adek kamu lohh masa mau dibiarin pulang sendiri”ucap mama dengan nada sedikit tinggi “iyaiya”akhirnya kaka pun mengalah dan mengantarku pulang dengan kecepatan cepat sekali sesampainya dirumah kaka pun  memarahiku “awas aja kalo meira nekat pulang sendiri terus mama nya meira marah ke aku gara gara anak ceweknya pulang sendiri,semua salah kamu ya bel” ancam kaka kepadaku aku pun tidak menghiraukannya dan segera pergi ke kamar.keesokannya kaka pun memarahiku “tuhkan bella,gue semalem tuh dimarahin sama mamahnya meira gara gara lo sih minta mama buat dianter pulang sama gue,awas aja lo bel gaakan gue anter lagi ya lo” bentak kaka lalu sebelum sempat aku menjawab aku pun pergi ke kamar dan menangis setelah lelah menangis aku pun  membuka hp dan tiba tiba ada telepon dari nomor tak dikenal aku pun mengangkatnya ternyata nomor ka meira dan dia pun memarahiku lewat telepon itu dan mengatakan bahwa semua itu salahku lalu aku pun kembali menangis dan keesokan harinya memutuskan untuk  balik ke bandung dan melanjutkan liburanku dibandung. Semester baru pun dimulai aku memutuskan untuk fokus belajar dan tidak memikirkan masalahku terlebih dahulu lalu saat aku mau pulang kerumah nenek ternyata kaka menjemputku dikosan dan baik sekali kaka sudah seperti semula tidak seperti terakhir aku dan dia berbicara di Jakarta. Kaka menanyakan kuliahku,kabarku,tugas tugasku,dan hal hal yg tidak penting sekalipun lalu kaka pun berhenti di salah satu restoran untuk mengajak ku makan siang lalu sambil menunggu pesanan kaka pun membuka obrolan “de” “iyaa?” “kaka mau ngomong sesuatu” “apa ka?” “bulan depan kaka mau nikah sama meira” “hah,aku gasalah denger ka?” “iya beneran” aku yg tadinya ceria langsung mengingat kejadian berantem ku dijakarta dan langsung menjadi pendiam bahkan aku tidak jadi makan hanya minta dibungkus untuk dibawa ke rumah saja aku pun menahan tangisku selama perjalanan pulang dan menumpahkan air mataku sesampainya dikamar.keesokan harinya aku pun menanyakan kembali tentang hal itu kepada kaka sampai akhirnya kita pun berantem hebat sampai aku memutuskan untuk kembali balik ke kos san agar bisa menenangkan diri terlebih dahulu. Satu bulan kemudian undangan pernikahan kaka pun sudah disebar kaka pun berharap aku untuk datang walaupun mengirimkan udanganannya lewat nenek aku pun menangis dan menyangka bahwa kaka memang sudah tidak menyayangiku lagi kaka sudah tidak seperti dulu lagi aku pun memutuskan untuk tidak ingin menghadiri nikahan kaka tetapi aku harus mencari alas an yg tepat agar tidak menyakiti hati kakak dan ternyata kuliahku mengadakan ujian dan aku mendapat sesi keempat tepat di hari pernikahan kaka aku pun tidak datang karna menyelesaikan ujianku. Itu semua kejadian 4 tahun lalu saat itu sebenarnya aku pindah kuliah dan pergi ke psikolog untuk memantau kesehatan mentalku yang aku rasa tidak baik baik saja,aku mungkin sudah melupakan semua kejadian dimasa kecilku namun ternyata badanku tidak hingga akhirnya aku tidak bisa pergi ketempat ramai karna penyakit yg disebabkan trauma masa kecil sekarang aku sudah bisa menerima semuanya dengan bahagia. sekarang aku hubunganku dengan kaka,ka meira,papa baru dan mamaku semakin membaik.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top
HUBUNGI KAMI VIA WHATSAPP