skip to Main Content
Fiqih Gadget.

Fiqih Gadget.

Khalifahbs-Sukabumi

FIQH GUDGET
Oleh : H. Hendar Ali irawan, Lc,.M.Pd.
Belakang ini kita dihadapkan dengan situasi dan kondisi yang membatasi aktifitas diluar rumah, mengurangi interaksi dengan sesama sampai diharuskan berada di tempat tinggal masing – masing, Corona, wabah virus yang mengharuskan sosial distancing pada aktifitas manusia, dengan tujuan untuk memutus penyebaran pandemi ini. Bahkan diberbagai negara lain dalam rangka memerangi virus tersebut, pemerintahnya memberlakukan sistem lockdown total dan memberikan konsekwensi kepada warganya yang beraktifitas diluar rumah.
Kita sebagian besar warga Indonesia pun melakukan hal yang sama, walaupun pemerintah tidak memberlakukan sistem lockdown total seperti di negara lain, tapi kita dihimbau untuk beraktifitas di rumah masing – masing dan mengurangi kegiatan diluar rumah. Dikampanyekan melalaui media #dirumahaja, #workformhome dan lainnya, hal ini sebagai bentuk arahan untuk menghindari agar virus tidak berkembang biak.
Mulai dari para pelajar sampai para kerja kantoran, mereka berada di rumah – rumah sebagai bentuk komitmen bersatu melawan corona. Tentunya dengan komitmen, walaupun aktifitas mereka didalam rumah tetapi target harus tuntas dan tercapai. Cara yang diarahkan pemerintah untuk menuntaskan kewajiban belajar atau kinerja tersebut tidak lain dengan memanfaatkan internet atau dalam jaringan (daring). Selamat datang di era distrupsi, inilah era yang tidak bisa menghindari dari tugas – tugas walaupun tidak berada ditempat kerja, karena era ini menuntut manusianya lebih kreatif dan proaktif.
Era distrupsi menjadikan aktifitas menjadi cepat, jauh menjadi dekat dan yang susah menjadi mudah. Langkah tepat menurut penulis ketika pemerintah menghimbau warganya agar tetap di rumah dengan menuntuskan tugas melalui daring. Termasuk sektor pendidikan, dalam hal ini dinas pendidikan yang berkiblat kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI memutuskan aktifitas proses bejalar mengajar (PBM) secara tatap muka ditiadakan dan diganti dengan melalui PBM melalui daring.
Berbicara masalah daring maka tidak terlepas dari masalah gawai atau ponsel, tablet, laptop, komputer, dan jaringan internet. Di era distrupsi ini, gawai dan internet tidak bisa dilepaskan dalam kehidupan manusia, mulai dari tukang ojeg sampai para menteri yang berdasi. Kalau dulu dai sejuta umat KH. Zaenuddin, MZ mengatakan, yang menggoda manusia adalah harta, tahta dan wanita, maka di era ini yang mengganggu manusia ditambah selain yang tiga hal tadi, yaitu kuota atau internet.
Karena gawai ini menjadi fenomena yang tidak bisa dilepaskan dalam kehidupan manusia, maka perlu ada kajian mengenai hukum penggunaan gawai dalam persepektif syariat Islam. Agar interaksi seorang Muslim dengan gawai terarah dan tidak keluar dari koridor syari’at islam. Kalau dikaji pengguna gawai atau gudget secara empiris, maka akan ditemukan bahwa pengguna gawai ini 70% berusia dibawah 40 tahun, terlebih para remaja yang usia sekolah hari – harinya tidak lepas dari barang ini.
Maka perlu kajian khusus dalam timbangan syariat agar penggunaan gawai ini manfaat atau tepat guna. Memang kalau melihat dari sejarah kehidupan generasi terbaik zaman Rasulullah dan generasi para para Shahabat, tidak ditemukan yang namanya gawai atau alat yang fungsinya sama dengan gawai. Akan tetapi, walaupun gawai ini tidak ditemukan pada zaman Nabi bukan berarti gawai ini hukumnya otomatis haram atau bid’ah dholalah, karena barang ini termasuk dalam urusan muamalah seperti sejenis kendaraan, pakaian dan lainnya.
Kalau diqiyaskan gawai ini ibarat pisau, memiliki double fungsi sekaligus. Pisau ada kalaunya manfaat kalau digunakan untuk memotong buah, makanan dan lainya, tetapi jadi bahaya apabila digunakan untuk membunuh dan menyakiti manusia. Sama juga dengan waktu diibararkan oleh Imam Syafii seperti pedang, ada pepatah arab mengatakan :
‘الوقت كالسيف إن لم تقطعه قطعك’
Waktu itu ibarat pedang, kalu pedang itu tidak digunakan untuk memotong maka ia akan memotongmu.
Maka penulis menghukumi gawai dengan boleh atau mubah, apabila :
A. Niat yang baik ketika memiliki atau membeli gawai
Apabila niatnya lurus dan baik gawai untuk memudahkan silaturrahim dan merajut kebaikan, maka penggunaan gawai akan menjadi berpahala tapi sebaliknya kalau gawai dibeli dengan niat untuk hal – hal yang negative maka barang tersebut penggunaan menjadi dosa.

قَالَ : سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ تَعَالَى عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَسَلَّمَ يَقُوْلُ :
إِنَّمَا اْلأَعْمَالُ بِالِّنيَّات وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى …
Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya amal itu hanyalah beserta niat, dan setiap manusia mendapatkan sesuai dengan apa-apa yang diniatkannya.

B. Gawai sebagai sumber belajar
Di era distrupsi ini gawai begitu sangat bermanfaat apabila di lakukan hal positif padanya. Dengan mengetik kata kunci mesin pencarian yang dicari, maka akan muncul jawaban yang butuhkan. Bertanya hal apa saja maka internet akan menjawab, tentunya sebagai seorang Muslim pada setiap informasi harus selektif dan menyaring terkait kebenarannya. Karena pada internet siapa saja bias memposting ilmu dan informasi. Maka selektiflah dalam menerima ilmu dan info dalam internet.
Allah Ta’ala berfirman,
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِن جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَن تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَىٰ مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ
“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.” (Al Hujurat: 6)

C. Gawai untuk para gamers
Dengan semakin meningkatnya kecanggihan gawai, maka semakin meningkat pula fasilitas yang ada didalamnya dan juga semakin meningkatnya aplikasi hiburan didalamnya. Diantara aplikasi yang banyak diminati oleh kawua muda temasuk umat Islam selain media social adalah game. Game secara hukum awalnya adalah mubah, akan tetapi game akan menjadi terlarang bahkan berdosa apabila orang yamg memainkannya lupa waktu sholat, lupa waktu mengaji al qur’an dan melalaikan zikir kepada Allah bahkan melakukan dosa besar seperti lalai terhadap perintah orangtua judi dan pembunuhan.
Bahkan menjadi fenomana yang sedang trend di akhir – akhir ini games di internet menjadi ajang judi, berarti jelas games tersebut haram dan orang yang melakukannya akan berdosa. Allah berfirman :

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ إِنَّمَا ٱلْخَمْرُ وَٱلْمَيْسِرُ وَٱلْأَنصَابُ وَٱلْأَزْلَٰمُ رِجْسٌ مِّنْ عَمَلِ ٱلشَّيْطَٰنِ فَٱجْتَنِبُوهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan. (QS. Al Maidah : 90)

D. Gawai untuk hiburan
Hiburan dalam Islam sesuatu yang diperbolehkan selama tujuannya untuk dijadikan sarana meningkatkan taqarrub kepada Allah. Di era distrupsi ini banyak creator Muslim mampu menampilkan video – video positif yang mengggugah semangat dan saling wasiat dalam kebaikan. Maka ambillah hiburan yang positif sesuai syariat Islam dan jangan mengambil hiburan yang negative sampai melalaikan zikir kepada Allah.

E. Gawai untuk dakwah
Banyak dari para muballigh, ustadz dan kyai mengshare video kajiannya di internet. Baik yang durasi pendek, seedang maupun panjang semua tersedia di internet. Jadi, kaum muslimin akan lebih mudah mendengarkan kajian, ceramah yamg positif untuk menambah keilmuan dan keimanan. Maka kalau gawai dijadikan untuk mendengarkan kajian atau mengshare kontens positif secara umum, pengguna gawai akan menjadi kebaikan dan mendapat pahala.

F. Gawai tidak dijadikan sarana untuk menyebar fitnah, ghibah atau menyebar hoax
Diantara fasilitas yang tersedia adalah merebak media sosial berupa whaattaps, facebook, twitter, email, instagram dan laiinya. Diantara manfaat dari media sosial tersebut adalah tersambungnya komunikasi antar personal lintas wilayah daerah bahkan dunia layaknya di dunia nyata. Layaknya di dunia nyata, di dunia maya pun aturanya sama ketika kita komunikasi dengan orang lain hindari perkara yang menyakiti hati saudaranya fitnah, ghibah bahkan menyebarkan info yang belum jelas kebenanarannya.

G. Hindari gawai sebagar sarana khalwat
Berdua – duaan antara lawan jenis yang bukan mahram adalah perkara yang haram dan dibenci oleh Allah. Nabi Muhammad SAW mengilustrasikan ketika dua orang bertemu yang bukan mahram kan ke 3 nya adalah syetan. Berduaan di dunia maya atau internet termasuk dalam perkara khalwat.
Terlebih diantara fasilitas media sosial adalah mampu menghubungkan antara satu dengan yang lainnya. Ada whattapps, personal message di facebook, direct message di intragram, ditambah lagi diantara fasilitasnya bukan hanya mengobrol langsung dengan kata – kata yang diketik tapi juga bisa bertatapan muka langsung. Perkara ini termasuk khalwat dan khalwat dilarang dalam Islam.
وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا ۖ إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا
Artinya: “Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” (Qs al-Isra’: 32)
Khalwat baik melalui dunia maya ataupun dunia nyata hukumnya haram, karena termasuk kedalam ayat ini yaitu mendekatkan kepada zina.

H. Jauhkan diri dari video, tulisan dan musik yang mengandung unsur pornografi dan pornoaksi
Umat Islam hari ini tidak dihadapkan dengan perang fisik kepada musuh – musuhnya seperti yang dilakukan oleh umat – umat terdahulu, tetapi umat Islam hari ini dihadapakan dengan perang pemikiran yang diistilahkan dengan ghazw fikr. Ghazw fikr ini adalah sarana yang dilakukan oleh musuh Islam untuk membunuh secara perlahan dengan cara merusak hiburan, pakaian dan makanan yang disisipi oleh ala Jahiliyyah.
Kawula muda generasi Islam, disuguhi dengan hiburan – hiburan yang melenakkan dan melupakan dirinya atas jati diri seorang Muslim sejati.
Mulai dari menyodorkan sosok selebritis atau artis – artis yang tidak beriman sampai penyembah iluminati, lagu – lagu yang melenakkan dari zikir kepada Allah, tayangan – tayangan film horor yang merusak akidah sampai video – video yang menampilkan pornoaksi dan pornografi semua tersaji dengan mudah diakses dalam gawai. Hal ini kalau dilakukan oleh seorang Muslim pada gawainya pastinya akan mendatangkan murka Allah padanya karena termasuk dosa besar. Maka saatnya umat Islam, terlebih kawula muda untuk bangun dan sadar keluar dari target sasaran musuh Islam. Apa jadinya masa depan Islam, kalau para pemuda saat ini hanya sibuk dengan gawai yang tidak produktif dan tidak meningkatkan daya juang terhadap Islam dan Negara Indonesia tercinta. Karena pemuda hari ini adalah peimpin masa depan.
Seorang Muslim apabila menggunakan gawai harus dibentengi dengan iman dan komitmen mendahulukan sesuatu yang bermanfaat.
مِنْ حُسْنِ إِسْلاَمِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لاَ يَعْنِيْهِ
“Di antara tanda kebaikan Islam seseorang adalah meninggalkan perkara-perkara yang tidak bermanfaat baginya.

Dengan memanfaatkan gawai di jalur yang positif insyallah akan mendatangkan ridha Allah dan juga dari murka – Nya. Wallahu ‘alam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top
HUBUNGI KAMI VIA WHATSAPP