skip to Main Content
Meresensi Buku Karya Guru SMP Khalifah ( Salah Asuh Anak Rapuh ) #diRumahAja

Meresensi Buku Karya Guru SMP Khalifah ( Salah Asuh Anak Rapuh ) #diRumahAja

KHALIFAHBS-SUKABUMI

SALAH ASUH ANAK RAPUH

Oleh : Ai Nuraeni,S.Pi

 RESENSI BUKU 

Judul      : Salah Asuh Anak Rapuh

Penulis  : Dedeh Kurniasih

Gazali Solehuddin

Hilman Hilmansyah

DKK

Penerbit   : PT Sarana Kinasih Satya  Sejati

Tahun Terbit : 2005

Pencetak : PT Gramedia

Jumlah Halaman : 96 Halaman

Ukuran Buku : 22,5 cm

BPNAKITA               : 9789792323009

Ayah bunda, sebelum membahas lebih jauh mengenai pola asuh, saya ingin mengajak ayah bunda untuk sama sama mengenang kembali moment masa masa awal pernikahan….begitu indah bukan? ada banyak planning yang dibuat bersama, ada banyak impian dan harapan yang dikarang bersama, ada banyak hal yang anda dan pasangan lakukan secara sinergi untuk mewujudkan itu semua, termasuk rencana memiliki buah hati yang merupakan hadih terindah dalam pernikahan anda.

Masih ingatkah bunda saat pertama kali bunda melihat dua garis biru? bagaimana perasaan bunda? bagaimana reaksi pasangan bunda saat mengetahui itu semua? ini pasti merupakan moment terindah yang tidak dapat dilupakan bukan? saat bunda merasakan mual dan muntah, merasakan rasanya 5 L (Letih,Lelah,Lesu,Lemah dan Lunglai), merasakan moment yang paling tepat untuk meminta apapun pada pasangan dengan alasan bawaan jabang bayi (“ cie ada yang senyum senyum sendiri J)….

tentu saja bunda akan merasakan bagaimana menjalani hari-hari dengan membawa bayi dalam kandungan yang kian hari kian berat dan membesar, namun saya yakin tidak ada perasaan merasa terbebani karna itu semua kan? yang ada hanyalah moment bahagia membayangkan buah cinta ini lahir, setiap detik,setiap menit,setiap jam bunda menghitung berapa lama lagi ia akan minta untuk dilahirkan ke dunia, aliran cinta yang dicurahkan melalui doa senantiasa bunda munajaat kan setiap saat agar ia lahir dengan sehat dan selamat.

Bunda? Berapa usia buah hati anda saat ini? tak terasa ananda sudah tumbuh besar ya? meskipun ananda sudah tumbuh dewasa saya yakin anda masih sangat merasakan moment dimana ananda akan dilahirkan kedunia saat itu! bagaimana anda merasakan mulas yang tak tertahankan, bagiamana anda melewati perjuangan melahirkan yang penuh dengan derai air mata, bagaimana suasana haru biru saat suara tangisan seorang bayi mungil berada dihadapan anda…saya yakin semua kesakitan yang anda rasakan saat itu hilang denga tiba tiba berganti dengan kebahagian yang luar biasa seiring dengan kecupan manis dari suami tercinta, kemudian anda dan pasangan menangis bersama-sama merasakan keagungan Allah yang luar biasa seiring dengan lantunan getar suara adzan yang dikumandangkan ditelinganya…inilah momet anda sah bergelar orang tua.  semoga moment -moment indah itu menambah kesyukuran kita kepada allah SWT.

Anak merupakan titipan Allah swt paling berharga yang harus dijaga, dirawat dan dididik. Jika orangtua dapat menjaga, merawat dan mendidiknya dengan benar maka anak tersebut akan menjadi penenang jiwa dan penyejuk hatinya. Dalam al-Quran Allah swt menjelaskan tentang ciri-ciri pola hidup di antara hamba pilihan-Nya, di mana salah satu pola hidup mereka adalah senantiasa berdoa agar memiliki anak keturunan yang akan menjadi penyejuk hati dan penenang jiwa.

Dan orang-orang yang berkata, “Wahai Tuhan kami, anugerahkan kepada kami pasangan kami dan anak keturunan kami sebagai penenang hati.” [Q.S. al-Furqon: 74]

Dengan sendirinya keberadaan anak itu sendiri akan menjadi penyejuk dan penenang jiwa orangtua, terkhusus pada masa-masa lucu usia dini. Keberadaannya, semua tingkahnya, kelucuannya, akan menjadi penghibur bagi orangtua dan penghilang rasa penat. Tidak jarang orangtua yang jika sibuk dengan pekerjaannya, untuk sekadar refreshing ia akan bermain dan bercanda bersama anaknya.

Namun, dengan berjalannya waktu, usia kelucuan anak akan berkurang dan ia akan berkembang tumbuh besar. Sifat dan karakternya akan terbentuk, apakah menjadi anak yang soleh-solehah sehingga akan menjadi penyejuk hati dan penenang jiwa bagi orang tuanya, ataukah sebaliknya, anak akan menjadi pencoreng orangtua dan menjerumuskannya? Ini semua tergantung pada pengarahan dan pendidikan orangtua. salah asuh anak menjadi rapuh!

Di dalam buku Nakita (Panduan Tumbuh Kembang Anak) yang berjudul Salah Asuh Anak Rapuh bagian materi pola asuh di jelaskan mengenai seperti apa sih pola asuh yang tepat???

ada beberapa pola asuh yang dibahas diantaranya yaitu Pola Asuh Otoriter,Pola Asuh Permisif, dan Pola Asuh Otoritatif. seperti apa tipe tipe pola asuh tersebut?? yuk baca dan perhatikan baik baik J

 

Pertama pola asuh Otoriter : Tak Punya Hak Bersuara

Dalam Pola Asuh Otoriter anak dituntut untuk memiliki sikap yang disiplin,memiliki prestasti yang baik, selalu terdepan dan mendapat juara, sudah ditetapkan apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh anak. anak tidak boleh mengungkapkan pendapat dan mengutarakan pendapat-pendapatnya. orangtua menginginkan anak yang manut terhadap apapun yang dikatakan oleh orangtuanya. terkesan ideal bukan? namun apa yang dirasakan oleh anak?? anak akan merasa terkekang, kretaivitas dan kebebasannya terpasung, anak tidak memiliki keberanian untuk mencoba hal-hal baru, anak akan cenderung tumbuh menjadi pribadi yang tidak percaya diri, rendah diri, tertutup dan sulit bersosialisasi.

 

Kedua Pola Asuh Permisif : Tidak ada batasan yang jelas

Pola Asuh Permisif  merupakan kebalikan dari pola asuh otoriter.  pada pola asuh permisif anak tidak memiliki batasan yang jelas. orangtua memberikan kebebasan pada anak untuk melakukan keinginannya sehingga kreativitasnya dapat berkembang. namun sayangnya orangtua tidak memberikan batasan yang jelas tentang apa yang boleh dilakukan, apa yang tidak boleh dilakukan sehingga anak akan mengalami kesulitan dalam membedakan mana yang salah dan benar, mana yang baik dan buruk, dalam benak anak yang ada hanyalah pemahamana dia boleh melakukan apapun yang disukainya tanpa memperhatikan akibatnya terhadap orang lain. kebebasan yang diberikan tanpa beban kewajiban atau target apapun menjadikan anak rendah dalam berprestasi.

 

Ketiga Pola Asuh Otoritatif: Demokratis

Dalam Pola Asuh Otoritatif anak tidak hanya diberikan tuntutan namun juga disertai dengan kebebasan. jadi anak boleh melakukan apapun yang ia inginkan sepanjang hal itu memang positif, dan akan dilarang bila merugikan. orangtua hanya berperan untuk memonitor dan menjelaskan standar yang mereka inginkan kepada anaknya tanpa membatasi kebebasan anak berekspresi. diskusi merupakan hal yang sering dilakukan, anak anak dibesarkan dalam suasana yang demokratis ini akan membuat anak tumbuh dan berkembang optimal, baik dalam hal kreativitas maupun kepribadiannya. tak heran bila pola asuh otoritatif disebut sebagai pola asuh yang terbaik.

 

Sejauh ini pola asuh mana yang sudah anda terapkan terhadap anak? nah dengan resume singkat ini semoga kita dapat terbantu untuk memperbaiki kesalahan dalam pengasuhan yang telah dilakukan terhadap buah hati karna kesalahan dalam pola asuh berati menghambat perkembangan anak. Salah Asuh Anak Rapuh!! Wallahualam bissawab.

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top
HUBUNGI KAMI VIA WHATSAPP