skip to Main Content
Rintihan Jemari Part I

Rintihan Jemari Part I

Rintihan Jemari Part I

Oleh : Ust. Muhammad Irfan, S.Kom

Khalifah BS Sukabumi – Buku Rintihan Jemari menceritakan tentang kisah seorang pemuda muslim yang baik. Pemuda ini telah yakin dan siap melaksanakan pernikahan yang  merupakan hal yang menyempurnakan agamanya seperti yang disunnahkan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam.

Keinginannya untuk menikah tidak semudah apa yang dia inginkan dalam hal menentukan pasangannya. Sebelumnya pemuda ini telah terlanjur jatuh cinta kepada seorang gadis namun karena batasan-batasan dalam islam, pemuda ini tidak berusaha melakukan pendekatan kepada gadis yang dicintainya dengan cara-cara yang tidak dibenarkan dalam islam.Dengan segala kelebihan dan kekurangannya, pemuda ini menawarkan pernikahan kepada gadis yang dicintainya. Setelah menyampaikan niat baiknya, tidak serta merta pemuda ini mendapatkan jawaban seketika namun pemuda ini harus menunggu tanpa kepastian. Dan pada akhirnya pemuda ini sadar bahwa sekian lama penantiannya merupakan hal yang sia-sia.

Setelah tiga tahun berlalu akhirnya jawaban yang ia tunggu-tunggupun datang, sang gadis datang dengan penuh keyakinan bahwa ia akan menikah dengan pemuda yang telah sabar menunggunya setelah sekian lama. Namun keadaan berkata lain, makna sabar yang dimiliki pemuda tersebut bukan sabar setia menunggu dengan ketidakpastian namun sabar bahwa ketetapan Allah tidak harus sejalan dengan keinginannya dengan cara merelakan gadis yang dicintainya.

Fenomena dilapangan, dalam memilih pasangan, beberapa gadis ingin mengetahui seberapa besar kesabaran seorang pemuda memperjuangkannya dengan cara menunda-nunda jawaban ketika seorang pemuda datang melamarnya untuk membuatnya yakin bahwa pilihannya tepat berdasarkan bukti kesabarannya. Namun tidak semua pemuda mengikuti syahwatnya untuk mencintai gadis pilihannya saja. Pada kenyataannya Pemuda ini telah menambatkan hatinya kepada gadis lain yang jauh lebih siap lahir batin membina mahligai rumah tangga bersamanya. Karena persoalan menikah tidak sebatas dasar rasa cinta semata namun ada hal yang lebih daripada itu.

Sekali lagi, pemuda ini bukannya tidak sabar menanti atau mata keranjang sehingga mudah terpikat oleh gadis lain. Akan tetapi pemuda ini hanya menjaga Izzaah, Iffah dan keselamatan dunia akhiratnya, seperti yang Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam perintahkan.

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top
HUBUNGI KAMI VIA WHATSAPP